Tuesday, July 02, 2013

Rumah Kesendirianku yang Kadang Terpuruk Tanpa Candaanmu

Sore ini langit masih mendung seperti kemarin tapi sore ini rumahku ramai tertiup angin lepas tertawaan anak-anak muda yang setelah sekian lama aku sapa dengan akrab sebagai kawan. Semasa mereka, ah salah, semasa kami ini berkumpul dan melepas tawa bersama adalah kesukaan yang kalau boleh ingin kami habiskan sepanjang hari, sepanjang waktu. Aku dan mereka ini adalah sekumpulan anak mudah sendiri -atau lebih gaulnya dibilang single- yang hampir setiap hari menghabiskan menit-menit bersama. Entahlah, yang jelas aku senang dengan keadaan ini. Aku yang entahlah milik siapa ini memang kadang merasakan keterpurukan kesendirian dikala dia yang kusayang yang juga entah ada dimana tak kunjung mengangkat telefon rinduku. Jelaslah sudah siapa yang aku tuju untuk membunuh semuanya: mereka.
Kemarin dan besok rumah ini juga sudah dan akan ramai diterpa angin segar candaan anak-anak periang yang selalu aku suka.
Besok dan kemarin, ada satu pertanyaan yang sudah dan akan aku jawab tanpa kata tapi dengan senyum segera setelah "mana cowok kakak" dari mulut manis mereka. Keluarga memang begitu perhatian. Saking perhatiannya seringkali aku menghindari perhatian mereka dengan pergi jauh dari kerumunan dan berusaha sibuk dengan apa yang aku genggam. Ah, andai saja hatimu bisa aku sibukkan dengan usaha pengalihan perhatianku. Sayangnya tidak.
Hei, kemana cerita bahagia ini? Senin, selasa, rabu rumahku sudah dan akan ramai. Aku ingin merencanakan kamis, jumat dan sabtu juga dengan ramai riuh rendah tertawaan. Mungkin aku akan sibuk. Sampai bertemu nanti.
Aku sayang kamu.
Selalu.
-tak berbalas-

No comments:

Post a Comment