Wednesday, July 03, 2013

Judulnya? Ah entahlah

Apalagi yang terjadi hari ini?
Akankah terdengar lagi nada suaramu yang meninggi?
Ataukah ada lagi kebisingan lain tentang mengapa kita mesti atau tak mesti bersama?
Atau mungkin ada lagi keraguanmu atas aku yang tak mampu berbuat apa-apa?

Aku duduk disini, didalam sebuah rumah besar tanpa perabotan yang kau katakan sebagai kumuh. Aku menantikan kabarmu. Aku genggam semua kenangan kita dan berusaha masuk kedalam setiap adegan. Aku berusaha mengobati rinduku. Aku sadar, memilikimu hanyalah fatamorgana gurun pasir gersang yang hampa tanpa oase dan hujan. Tapi aku tetap menunggu kabarmu. Walaupun burung pengantar surat yang biasa aku sewa juga tak lagi tau dimana kau sebenarnya.
Aku masih belum letih. Aku masih ingin mencintaimu dalam hatiku. Sekalipun kau katakan pelukan adalah ketidakmungkinan tapi bagiku angan-angan adalah kenyataan yang belum terungkapkan. Aku masih ingin merindukanmu dalam pekat bayang-bayang kebersamaan. Aku akan membeli lampu terang yang menyala senyala-nyalanya, selama-lamanya. Aku masih ingin menungguimu disini. Aku tak akan beranjak karena jika suatu hari nanti kau sadari ada perasaanmu tertinggal padaku, kau tau alamat mana yang harus kau tuju.

No comments:

Post a Comment