Saturday, February 09, 2013

Kita Mati

Sementara jarak membodohi kita, waktu menggerogoti batang bunga yang kita tanam. Kita mati ketika menyadari bahwa sesungguhnya yang membunuh kita adalah kita sendiri.


Aku menarik nafas panjang segera setelah kulihat semua kenangan kita di akhir hari dengan mentari sore itu. Aku mengutuk diri dengan makian sial yang tak kusuarakan. Mengingatmu adalah sakit yang entah apa obatnya. Aku rasa ingin mati saja. Tapi aku tau, hidup harus tetap berjalan dengan atau tanpa kamu yang menggandengku disebelah kanan. Begitu kan? 

Aku mengeluh seraya membatukan diri ketika menyadari bahwa sesungguhnya yang kubutuhkan adalah kamu. Kamu yang ketika itu mencoba meerimaku dengan atau tanpa cinta kepadamu. Kamu yang hebat dengan sabar seluas samudra dan dengan cinta yang cantik, lebih cantik dari bunga berputik.

Aku menengadahkan tangan memintamu pada Tuhan, "kembalikan dia" kataku. Tapi kamu dan Dia sudah membuat kesepakatan untuk tidak menggariskan takdir berbalik kepadaku. Aku bisa apa?

No comments:

Post a Comment