Saturday, February 23, 2013

Kembali Lagi, Ini Rindu Untukmu

di Pontianak


Hari ke dua puluh tiga bulan kedua, sekian hari setelah hari perpisahan kita, aku rindu kamu dalam pekat kata yang biasanya bisa kubaca.
Keriang diterpa angin pun tak kuhiraukan dipelupuk mata. Aku rindu kamu saja.
Tinta-tinta yang tertoreh diatas kulit kayu hasil pabrik pun membentuk deratan huruf dari namamu.
Aku dan segala angka-angka yang kuketik di atas papan kunci ini pun seringkali bersinggungan dengan namamu.
Entah bagaimana caranya.

Aku berdiri dalam cercah cahaya temaram dikala hari hampir mati.
Tak ada tanggal yang berulang, maka merindukanmu pun tetap kurasakan istimewa dalam setiap angka kalender yang tak luput dari lingkar merah pena cintaku.
Aku juga menungguimu dalam tik-tok jarum paling panjang di lingkar angka satu hingga dua belas yang selalu saja berputar.

Kau dimana?
Aku menunggumu dibatas perbedaan tanah dan air tapi kau tak kunjung datang.
Mungkin sesekali aku memang harus menginjak api agar kau mengasihaniku kemudian melelehkan hatimu yang beku.
Iya, rasakanlah sakit agar kebahagiaan lebih nyaman dirasakan. Begitu kan?

Aku merindukanmu disetiap tanda baca yang kububuhkan diakhir, tengah maupun awal kalimatku.
Kau ada dimana-mana, di ini dan ituku, disana dan siniku.
Kau ada.
Sekian dan terimalah pelukanku.


rasa ini masih ada di Hatiku

No comments:

Post a Comment