Aku ingin pergi bersama angin kemudian hilang, tapi bisa menyejukkanmu ketika kau gerah ditidur siangmu yang berkeringat.
Aku ingin menjadi wajan hitam yang penuh arang tapi kau sayang ketika kau lapar kemudian membuat nasi goreng ditengah malam,
Aku ingin merajut cardiganmu yang robek tersangkut paku ketika kita berlarian diantara bangunan yang hampir roboh di belakang rumahku.
Aku ingin tinggal disaku jeans belel yang kau pakai hampir setiap hari tanpa bosan dan malu.
Aku ingin hidup dalam rumah yang kau cicil agar ketika banjir datang kita merasa berat untuk pindah ke tenda penampungan dan tetap bertahan bagaimanapun keadaannya.
Aku ingin menghujanimu dengan air penguapan laut, kau takkan pernah kering, kau akan selalu indah dalam rona biru mudamu yang menjadi jingga di sore hari.
*Gudang 02 Pelindo Pontianak: ketika aku mengingatmu
No comments:
Post a Comment