Friday, January 18, 2013

Sepeninggalmu

Hai kamu...
Sebulanan ini sendu ada di setiap titik hujan yang mendayu senja. Aku menampik luka kehilangan awalnya, tapi apa dayaku? Sepi bukan menghilang ketika kau tak ada, satu sepi beranak pinak dan mereka membangun keluarga dihatiku. Sakit.

Tapi hei...
Tenang saja, aku baik-baik saja disini. Sebaik kau yang memutuskan untuk tinggal tanpa aku dan menemukan bahagiamu sendiri disana. Aku tersenyum membaca kabarmu di lini kala. Aku turut bersuka cita. Tentu saja senyummu masih menjadi alasanku tersenyum. Berbahagialah (mantan) kesayanganku.

Hari ini...
Senyuman manjamu ketika memintaku memeluk mengembang lagi dalam memori otakku. Memutar ulang kenangan kita belum pernah berhasil membuatku tak menitikkan air mata. Aku menghujanimu dengan satu kerinduan besar akan sebuah pertemuan yang belum mampu aku ucapkan. Ya, tentu saja tak dapat lagi kuucapkan padamu karena kita bukan lagi kita yang dulu.

Baiknya memang kusimpan saja rerinduan ini. Mungkin sesekali waktu akan kubiarkan jatuh dalam genangan hujan jalan raya dan tak kusampaikan padamu. Berbahagialah. Sesungguhnya mengetahuimu bahagia adalah kebahagiaanku yang sebenarnya :')

Sekian dariku. Semoga surat ini tak terkirim padamu.



Aku.


No comments:

Post a Comment