"Aku sayang kamu tapi aku udah terlanjur kecewa..."
Aku serasa ingin berhenti menulis. Aku merasa tak ada gunanya lagi aku menekan tiap huruf dipapan ini. Aku tak menemukanmu ditiap kata, tiap kalimat bahkan paragraf panjang yang biasanya menyiratkan keberadaanmu. Aku kehilangan kamu di setiap ucapan selamat pagi yang selalu sampai lebih dulu di handphone-ku sebelum aku terbangun. Aku kehilangan kamu di setiap kesendirianku menjejakkan jarak antara kos dan pelabuhan. Aku kehilangan kamu di setiap marka jalan yang kulewati tiap pagi dan sore hari. Aku kehilangan kamu di antara suara jangkrik pilu di gelap malam. Aku kehilangan kamu.
Sudah tak ada lagi mimpi aneh alien yang tinggal di pluto dalam kebersamaan yang khidmat berdua. Sudah tak ada mimpi pertemuan kedua yang manis diantara gerimis klimis jalan raya. Sudah tak ada lagu yang akan kita nyanyikan dimalam-malam sebelum mimpi menjemput kita. Sudah tak ada lagi kata-kata manja yang kita kirim bergantian ketika rindu merajai hati. Sudah tak akan ada lagi kamu yang menunggu di terminal sesat yang ketika itu mempertemukan kita. Sudah tak ada lagi.
Aku ingin berhenti menulis. Aku tak punya inspirasi apapun untuk kucurahkan dalam kata demi kata yang cantik nan manis. Aku juga tak lagi memiliki alasan untuk mengabadikan cerita kita. Aku tak lagi memilikimu dalam mimpi yang sama milik kita berdua. Aku ingin menyudahi ini. Aku ingin berhenti menulis.
Sekian.
Nb: I mean it.
No comments:
Post a Comment