Friday, May 17, 2013

Aku Dan Tulisan-Tulisan Lama Yang Berangan-Angan

Ini hanya satu diantara banyak waktu ketika aku merasa rindu. Aku melihatmu sekelebat dalam bayangan yang sebenarnya aku tak tau itu apa, aku yakinkan saja itu kamu. Aku baca lagi tulisan-tulisanku yang lalu, tak ada yang berubah, semuanya sama, masih dan entah sampai kapan semuanya bercerita tentang rinduku (yang mendalam) kepadamu.
Malam ini ada air yang mengaliri tepian mataku ketika aku berbaring, membaca tulisan lama dan mendengar lagu kesukaanmu. Ini, entah keberapa kalinya, aku hanya bisa begini. Hanya bisa membayangkan aku dan kamu ada di atas kasur yang sama, membaca tulisan yang sama, menertawai bagian yang lucu berdua. Tapi ya, lagi-lagi itu hanya bisa aku bayangkan dan lagi-lagi aku tak tau sampai kapan aku hanya bisa membayangkan (kita).
Hari ini 2 tahun 1 hari aku mencintaimu, selama itu, selama (365+366+1) hari itu, aku dan semua angan-anganku secara tak sengaja menjadikanmu sebagai tokoh utama dalam setiap lakon yang aku bayangkan, yang aku jalani, bahkan yang aku ceritakan kembali. Sungguh jika kamu tau ini, aku tak tau harus membayarmu berapa banyak karena sudah menjadikanmu sebagai pemeran utama atas semuanya.
Tapi di luar dari semua angan-anganku atas kamu yang begitu tinggi, sesungguhnya itu hanyalah angan-angan belaka. Aku dan segenap yang aku punya baik terlihat maupun tidak, tidaklah cukup untuk memilikimu yang begitu besar bagiku. Sesungguhnya kebersamaan kita bukanlah apa yang kamu inginkan. Aku tau. Sekian.

Monday, May 06, 2013

Ah, ini seperti yang biasa

Disuratku yang kesekian untukmu dan tak kau baca, lagi-lagi aku menuliskan rindu. Rindu yang memang tak perlu kau baca, juga mungkin tak kau rasa. Aku rindu kamu di langkah-langkah tanpa genggaman antara mall dan restoran junk food malam itu. Aku juga jauh lebih merindukanmu di sela-sela ocehanmu tentang kita, bukan tentang apa-siapa disana. Tapi jika merindukanku adalah mustahil untukmu, ijinkan saja aku yang merasakannya. Aku tau apa-siapa yang sebenarnya kau rindu, sekalipun bukan aku, aku akan selalu mendoakanmu.

Ada hal yang memang semestinya tidak dipaksa. Merindukanku, contohnya. Kau mengerti kan? Ya jika kau memang tidak merindukanku, tidak apa-apa, aku akan tetap hidup dan (semoga) baik-baik saja.